Semangat!

May 15, 2015

Aku pasti ada sesuatu yg terjadi,
Hati makin keras, perilaku makin kasar, amal makin kurang, maksiat makin byk.

Aku pasti apa malahan siapa ada pada tiap butir permasalahan yg menimbul.

Aku mahu dilihat mendekati tetapi yg benar aku menjauhi,
Tiap patah kata, lirikan mata, tingkah buat  sepanjang masa, itu, bualan akal semuanya.
Terasa mahu sekali meledakkan amarah pada dia yang punya bangsat pd inginnya.
Tapi aku dibatasi iman jua yakin pada qadirnya Tuhan.

Sayang sekali siapa terlihat punya percaya namun retorik cuma.
Sayang bagi siapa mengulang kata sama kelmarin dulu selama.
Sayang sekali sekalian nikmat Tuhan dibazir buat dosa dipembaringan seharian.
Sayang terlalu byk baja cinta ditabur merata, lalu jadi ia mabuk keliru tujuan siapa bagaimana.
Sayang siapa yg buta pada tiap tanda drpd Dia.

June 05, 2014

Sufi

Manusia.
Berlalu saat hidupnya antara dua
Adakah manfaat , adakah celaka.

Ada pula ia bermuka dua
Lain dihadapan lain pula tika ia ditinggalkan.

Ada pula ia menghakimi
Seakan mengetahui setiap tersurat tersirat.

Ada pula ia melepaskan diri sendiri
Meninggalkan yang dirasakan merosakkan.

Ada pula ia inginkan iman
Ternafi jua atas sedia jiwanya.

Ada pula ia berusaha
Terkandas lagi dan lagi.

Ada pula ia cinta akan Rabbi
Bercampur pula itu dengan kesyirikan dunia.

Hai manusia
Maka kemana ia di kemudian waktu berbaki
Pasti ia berharap simpati seorang murabbi
Membimbing akan ia kpd mardhoti.

May 27, 2013

Law is Dunyawi? I don’t think so.



Assalamualaikum. A lot of people get the wrong idea on the concept of ukhrawi and dunyawi. People, first of all, do you really have interest in knowing things like ukhrawi and dunyawi? Now everything will have its own share in both issues, like it or not. If you’re saying that things that results in a high amount of money, then we would probably saying that, being a doc is dunyawi. The same goes to being a prime minister, a businessman, an architect, an engineer so and so. You have to broaden your mind into a wider scale of intelligence. Now, if you intend to do things meant for your life HERE on earth, solely, that is dunyawi, but if you wish to do the same thing but in a way, you are viewing the stuff on both sides such as, when you gain the profit, you’ll spend it on your needs and then here comes the donation to the needy people. Bear in mind that the money you spend on your own self is also considered as ukhrawi, so long as you are not transgressing your own rights upon your belongings.

                Come back to discussing the issue whether or not law is dunyawi, it would all depends on how you perceive the law itself. Gentlemen, as I said before, that everything has its dunyawi and ukhrawi portion. It is you who resolute it in the first place, not the people. People will just observe and they would judge based on what they see. What you feel is important as you are the one who will be going through all those experienced being a law practitioner. So, here are some stories on law-ing that I managed to collect during my study as a law student. Now, being a law student, people will always have this mind setting which suggest that a law student is a social-ian. Well, partially true, in a way that they are socializing healthily with the society in completing their assignments etc. Somehow, you can’t deny that there are groups of law students mixing around freely without minding the gap between male and female.  You have to be careful and open when dealing with them, not to forget, law students always have some “backup” ideas. This ‘some’ groups of students also present in all courses, so you can’t say law is social in a ad way. HAHA!

                Everything is actually comes back to you, how you react to such things that matters. Ok, long saying isn’t worth if you don’t understand me right. Well, good luck. :)




January 07, 2013

Kalau Kamu Islam.


KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU BUKA AURAT?
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” (An Nur,24:31)

KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU BEBAS SENTUH-MENYENTUH DENGAN BUKAN MAHRAMMU?
“…dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air atau kamu bersentuh dengan perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air (untuk mandi atau berwuduk), maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah (debu) yang suci, iaitu sapukanlah ke muka kamu dan kedua tangan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun” (An-Nisa’, 3:43)

Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya . (Riwayat At Tabrani dan Baihaqi)

KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU MENGUMPAT?
“…dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati?...”(Al-Hujurat,49:12)

"Mengumpat itu ialah apabila kamu menyebut perihal saudaramu dengan sesuatu perkara yang dibencinya" (Hadis Riwayat Muslim)

"Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yang diumpat" (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad)

"Wahai orang beriman dengan lidahnya tetapi belum beriman dengan hatinya! Janganlah kamu mengumpat kaum muslim, dan jangan lah kamu mengintip-intip keaibannya. Sesungguhnya, sesiapa yang mengintip keaiban saudaranya, maka Allah akan mengintip keaibannya,dan dia akan mendedahkannya, meskipun dia berada dalam rumahnya sendiri" (Hadis riwayat Abu Daud)

KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU TUDUH-MENUDUH ATAS KEBATILAN?
“Dan orang-orang yang mengganggu serta menyakiti orang-orang lelaki yang beriman dan orang-orang perempuan yang beriman dengan perkataan atau perbuatan yang tidak tepat dengan sesuatu kesalahan yang dilakukannya, maka sesungguhnya mereka telah memikul kesalahan menuduh secara dusta dan berbuat dosa yang amat nyata” (Al-Ahzab, 33:58)

KALAU KAMU ISLAM, DI MANA JIHADMU MENENTANG KEZALIMAN DAN KEBATILAN?
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya Dialah yang memilih kamu (untuk mengerjakan suruhan agamanya) dan Dia tidak menjadikan kamu menanggung sesuatu keberatan dan susah payah dalam perkara agama, agama bapa kamu Ibrahim. Dia menamakan kamu: Orang-orang Islam semenjak dahulu dan di dalam (Al-Quran) ini, supaya Rasulullah (Muhammad) menjadi saksi yang menerangkan kebenaran perbuatan kamu dan supaya kamu pula layak menjadi orang-orang yang memberi keterangan kepada umat manusia (tentang yang benar dan yang salah). Oleh itu, dirikanlah sembahyang dan berilah zakat, serta berpegang teguhlah kamu kepada Allah! Dialah Pelindung kamu. Maka (Allah yang demikian sifatNya) Dialah sahaja sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Pemberi pertolongan.” 
(Al-Hajj,22:78)

“Dan (kerana gemarkan pahala berjuang menegakkan Islam) orang-orang yang beriman berkata: Alangkah baiknya sekiranya diturunkan satu surah (dari Al-Quran, yang memerintahkan kami berjuang)? Maka apabila diturunkan satu surah (dari Al-Quran) yang tegas keterangannya dan tersebut padanya hukum-hukum yang mewajibkan perang Jihad (menentang pencerobohan musuh), sudah tentu engkau akan melihat orang-orang yang ada penyakit (kufur) dalam hatinya memandang kepadamu dengan terbeliak matanya kerana gerun takut menghadapi mati; dengan yang demikian, maka kebinasaanlah lebih hampir kepada mereka.” (Muhammad, 47:20)

KALAU KAMU ISLAM, MENGAPA KAU DAHULUI NAFSUMU SEBELUM TUHANMU?
“Nampakkah (wahai Muhammad) keburukan keadaan orang yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan yang dipuja lagi ditaati? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya jangan sesat?” (Al-Furqan,25:43)

ALLAHU RABBUNA! NASTAGHFIRULLAH!
“Dan wahai kaumku! Mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian kembalilah taat kepadaNya, supaya Dia menghantarkan kepada kamu hujan lebat serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu yang sedia ada dan janganlah kamu membelakangkan seruanku dengan terus melakukan dosa!” (Hud,11:52)

September 13, 2012

Key To Happiness 1.0


Assalamualaikum. Brothers and sisters,
Kebahagiaan bermula dengan penerimaan. Penerimaan itu bermula dengan diri sendiri. Secara simboliknya, untuk bahagia, kita kena terima siapa kita, bagaimana kita, kenapa kita, dan segala mcm ‘ke”aku”an’ yang mana kekadang, kita terlepas pandang. Kita sibuk fikir mcmmana cara nak bahagia, walhal dalam waktu sama, kita yang tolak untuk bahagia.

Sifat cuba selindung diri, sebagai contoh, rasa malu dengan SEKELILING ,bila keputusan exam yg keluar, bukan apa yang kita harapkan. Rasa malu itu perlu, memang perlu, wajib perlu. Rephrase the statement. Rasa MALU dengan DIRI SENDIRI.
Majoriti menganggap sesuatu kelemahan itu bukan untuk dikongsi, malah wajar untuk disorok dalam-dalam ,sampai satu ketika, kelemahan itu mendatangkan kelemahan yg lebih berat. Maka masa tersebut tanya hati, awak sanggup sorok lagi? As the saying goes, ‘Kebenaran itu terkadang amat pahit untuk diluahkan’.  Percayalah, bila kita luahkan satu kebenaran yang pahit, maka pasti, yg pahit itu akan ada yg memaniskan, be it an event, a friend, or even a hope.

Bila kita berani untuk point out, what we’re lacking of, bukan bermakna kita buka aib, well aib bukan something yang perlu diberitahu. Kan? ‘AIB’ dan ‘MALU’ are two different things. Bila kita kategorikan sesuatu itu mengaibkan, maka ia menghinakan. Tell me. Adakah dengan beritahu kelemahan anda bermaksud anda menghina diri anda? So long as you keep something in your heart and that thing is what you should not be ashamed of,sorry , no ‘bahagia’ for you.
Rasa MALU dengan DIRI SENDIRI. This is what necessarily needed. Bila kita rasa malu dengan diri sendiri, kita akan terdorong untuk perbaiki diri. 
(to be continued)

May 21, 2012

Taubat Satu Kewajipan


As-Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab Al-Fath ar-Rabbani Wa al-Faid ar-Rahman ada menyebutkan , bahawa taubat itu dimulai dengan hati kemudian dengan anggota lainnya. Taubat itu menggoncang serta merobohkan kuasanya hawa nafsu, syahwat, syaitan dan rakan-rakan yang jahat. Isi dari pengucapan ini adalah, dengan bertaubat, dengan kembali kepada jalannya Allah, maka segala musuh-musuh zahir dan batin bagi diri manusia bakal tunduk daripada menyesatkan.


﴿يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ تُوبُواْ إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan Taubat Nasuha”
(Tahrim 66:8)

Ibnu Kathir dalam kitab tafsirnya menterjemahkan taubat dalam ayat ini adalah taubat yang kukuh yang memadamkan dosa-dosa kejahatan yang sebelumnya dan memperbaiki kemaslahatan orang yang bertaubat, menggalakkan dan mendorong pelaku untuk menghentikan kejahatan yang telah dikerjakan.
Adapun taubat itu terbahagi kepada tiga kaedah:
1)       Kesedaran terhadap kesan daripada dosa yang dilakukan
2)       Penyesalan atas dosa yang dilakukan
3)       Keazaman (Al-‘azm al-akid ) untuk meninggalkan, mengelakkan dan menjauhi dosa yang dilakukan

Dalam menyempurnakan taubat seseorang itu, ia mesti disertakan dengan inabah. Inabah merupakan perlakuan kembali kepada Allah secara berterusan, tanpa menangguhkan urusan taubat  (al-Israr). Allah berfirman dalam surah al-Furqan ayat 70,

﴿إِلاَّ مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَـلِحاً فَأُوْلَـئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَـتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً﴾

“Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan dan adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”


Inabah terbahagi kepada dua kaedah:
1)      Meninggalkan dosa yang dilakukan
2)      Menggantikan dosa tersebut dengan amal soleh
           

Rasulullah bersabda bermaksud: "Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali."
(Hadis riwayat Muslim).

            Nabi insan yang maksum, juga terlepas dari perbuatan dosa juga bertaubat setiap waktu, maka bagaimana mungkin kita manusia biasa, yang tak pernah terlepas dari perbuatan dosa, boleh berbangga diri dari bertaubat kepada Yang Esa.

Wallahua’lam

May 20, 2012

Concept of Relying In The Religion of Peace


It si derived from one of the Attribution of Allah (Al-Wakil). Simply refers to the administration of each and every needs of His creations without causing any harm.
However, some of His action upon men is sometimes misunderstood by some people as an act which torture people’s feeling. As for an example, a married couples who had just having their first baby and suddenly, He takes the baby away from the family. Now this situation seems to be injustice to some people, but if we are ones who trust in Allah’s decision, we know that there are reasons behind all of His action.
The baby, if he survive, might one day cause harm to people, and might become someone who disbelieve in Allah, who disobey his parents, who might leads to unethical practices. When the parents consented that there is hidden meaning in Allah’s action and trust in Him all along, they will then be rewarded with blessing from Him.
Let us recall the incidents which happen to our beloved prophet, Saidina Rasulillah S.A.W.  In the early propagation of Islam, Saidina Rasulillah S.A.W was supported by two well-known figures, Saidatina Khadijah rdh. and Saidina Abi Talib rdh. However, in the time that he need them the most, Allah The Almighty taken away their lives, leaving the prophet  alone.
What was done by our prophet back then when these situations happen to him?
Instead, he becomes more determine on his goal. He willingly went to Thaif to propagate Islam which situated almost 100 kilometer from his hometown. This is the act of tawakkal.

Technically, it means to do all the things that Allah had summon mankind and being dependent only on Him without taking into consideration to be dependent on, other than Him.
One good example is the act of prophet Ibrahim A.S, when he was about to be thrown into a cloud of fire of Namrud.
When Ibrahim was in his teenagers, he was accused for destroying the Idols of his people. He was brought into accusation with tied hand in front of his people who were led by Namrud.

فَقَالَ إِنِّى سَقِيمٌ - فَتَوَلَّوْاْ عَنْهُ مُدْبِرِينَ - فَرَاغَ إِلَى ءَالِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلا تَأْكُلُونَ - مَا لَكُمْ لاَ تَنطِقُونَ - فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْباً بِالْيَمِينِ - فَأَقْبَلُواْ إِلَيْهِ يَزِفُّونَ - قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ - وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ - قَالُواْ ابْنُواْ لَهُ بُنْيَـناً فَأَلْقُوهُ فِى الْجَحِيمِ - فَأَرَادُواْ بِهِ كَيْداً فَجَعَلْنَـهُمُ الاٌّسْفَلِينَ
          (37:88-98)
(89. And he said: "Verily, I am sick.'') (90. So they turned away from him and departed.) (91. Then he turned to their gods and said: "Will you not eat'') (92."What is the matter with you that you speak not'') (93. Then he turned upon them, striking (them) with (his) right hand.) (94. Then they came hastily towards him.) (95. He said: "Worship you that which you (yourselves) carve'') (96."While Allah has created you and what you make!'') (97. They said: "Build for him a building and throw him into the blazing fire!'') (98. So, they plotted a plot against him, but We made them the lowest.)



Ibrahim, peace be upon him, said this to his people so that he could stay behind in the city when they went out for their festival. The time was approaching for them to go out to celebrate a festival of theirs, and he wanted to be alone with their gods so that he could break them, so he told them something that was true, for he was indeed sick of the implications of what they believed in.
When Ibrahim was put on the giant catapult, Jibril A.S came to him to give him help. Instead of accepting the offer, Ibrahim confessed “Let it be Allah who saves us, as He is the ultimate Defender.”
Hasbiyallah wa ni’mal wakil
Blessed with His guidance, the fire that was said to be perfectly light up does not even burn single hair of Ibrahim’s body.
قُلْنَا ينَارُ كُونِى بَرْداً وَسَلَـمَا عَلَى إِبْرَهِيمَ (21:69)
We said: "O fire! Be you cool and safety for Ibrahim!''


Ayah(s) on the summon towards the course of tawakkal.
1     To Saidina Rasulillah S.A.W

فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ (3:79)
So, put your trust in Allah; surely, you are on manifest truth

وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلاً (33:3)
And put your trust in Allah, and sufficient is Allah as a Trustee


2     To His Prophets and Messenger

وَمَا لَنَآ أَلاَّ نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا       (14:12)
"And why should we not put our trust in Allah while He indeed has guided us in our ways And we shall certainly bear with patience all the hurt you may cause us, and in Allah (alone) let those who trust, put their trust.''


3     To the Companions

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَـناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ (3:173)
Those to whom the people said, "Verily, the people have gathered against you, therefore, fear them.'' But it (only) increased them in faith, and they said: "Allah is Sufficient for us, and He is the Best Disposer of affairs.''

       To His Auliya’ (Chosen People)
رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (60:4)
"Our Lord! In You we put our trust, and to You we turn in repentance, and to You is the final Return.''



       Elaboration on the attitude of the Believers who trust in Allah

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَـتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَـناً وَعَلَى 
رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (8:2)
The believers are only those who, when Allah is mentioned, feel a fear in their hearts and when His Ayat are recited unto them, they increase their faith; and they put their trust in their Lord



ALLAH’S LOVE TOWARDS PEOPLE WHO TRUST IN HIM
It is clearly stated in one of the Ayah in the Quran which specifically refers to those Allah love and care for them.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الاٌّمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
(3:159)
And by the mercy of Allah, you dealt with them gently. And had you been severe and harsh-hearted, they would have broken away from about you; so pardon them, and ask forgiveness for them; and consult them in the affairs. Then when you have taken a decision, put your trust in Allah, certainly, Allah loves those who put their trust (in Him)

Allah created mankind with senses and feeling which was also known as al-Hidayah al-Hawas. He let men to be able to success as well as to fail. He also judged that men can rule on something, but through all these fates, He only let it to ones who is able to stand it as mentioned in the following ayah,

لاَ يُكَلّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
       (2:285)
Allah burdens not a person beyond his scope. He gets reward for that (good) which he has earned, and he is punished for that (evil) which he has earned.

The more Allah’s love towards His servant, the more tests He would give on him.


MISUNDERSTANDING ON THE CONCEPT OF TAWAKKAL
Nowadays, we can see that not all Muslims understand the concept of tawakkal. They believe that without hard work, they could achieve excellent. In brief, a student who wish to get flying colors in all the semesters should not just fooling around, sitting or playing without striving in his studies. He must work hard in order to attain success and after all of this preparation, he must pray to ALLAH SWT that he could achieve excellent result. He can only rely on ALLAH SWT after struggling in his study. He must believe that Allah is the one who gives rewards and all of his effort towards success based on the ayah,
وَلَوْ شِئْنَا لاّتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَـكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنْى لاّمْلأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
(32:13)
And if We had willed, surely We would have given every person his guidance, but the Word from Me took effect, that I will fill Hell with Jinn and mankind together

It means that, those who want to be guided by Him, want to be rewarded by Him, he must struggle to achieve it. That is the true concept of Tawakkal. It is about relying on the power of ALLAH SWT to get the best result after we struggle and work for it. Without hard work and struggle, our fate could not be changed at all as ALLAH SWT mention in Quran al – Karim that HE will not change the fate of the man, until the man change his fate himself unless it is His wills that it happen. It was clearly stated that to get a good and excellent result we cannot just relying on ALLAH without struggle but we must struggle and strive towards excellence first before ALLAH help us to achieve it. Without struggling ALLAH cannot help us as we did not help ourselves.
           

If ALLAH SWT did not give a good result after we have striven and give our best, then we must believe that all that happen will have a good reason as ALLAH SWT mention,
                        “So, verily, with every difficulty, there is relief” [94: 5]
ALLAH SWT did not give us what we want, but HE give us what we need.

Prior to my understanding, I would like to stress that the act of tawakkal does not simply refer to the act of relying on Allah without applying any effort on the thing that we wish. The act of tawakkal is important that He gives specific command on different Ayahs in the Quran towards different category of mankind regarding tawakkal. We are relying on Allah on everything that we are doing such as breath, eat and sleep. It’s just that the concept of tawakkal is referring to the effort done before achieving any of the will with the help from Him.

وَمَا لَنَآ أَلاَّ نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَآ آذَيْتُمُونَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
          (14:12)
"And why should we not put our trust in Allah while He indeed has guided us in our ways And we shall certainly bear with patience all the hurt you may cause us, and in Allah (alone) let those who trust, put their trust.''



Wallahu’alam

Al-Huda



Sering aku meminta-minta,
Untuk Kau datang membetul jiwa,
Sungguh sudah segala lara,
Tak jua meraih haruman syurga



Sering aku meminta-minta,
Sedang diri arah durjana,
Melaknat jasad tika di dunia,
Tika akhirat neraka membara


Allah, anta Rabbi
Maksiat manusia sentiasa ku caci,
Sedarku sedang memaki diri,
Apakah nasib manusia ini,
Menggadai akhirat, sedang itu yang abadi

Alahai, sedarlah wahai abdi!
Sungguh engkau tawanan Ilahi,
Walau jauh mana pun kau berlari,
Kepada Dia engkau kembali





Bekal akhirat bagaimana mampu,
Jika akal terdorong nafsu,
Hak dan batil kau jadikan satu
Neraka itu pasti kau temu.
Hina, Hina, Hinalah dirimu!!

December 17, 2011

Arif dan 'Suami'...:Perspektif Perundangan Malaysia

Ahlan wa sahlan wassalam. Recently, mmg da jadi satu isu hangat pasal perkahwinan homo antara seorang pemuda melayu ngan sorang mat salleh di Dublin. Dalam aku baca dan baca dan baca komen, yg berupa sumpah seranah manusia thorough the net, so aku terfikir satu persoalan, ''excuse me, government tak boleh buat apa2 kah dlm hal ni,well Arif ni Islam agame asal nye, Melayu bangsanye, Malaysia negaranye" so, this question ak panjangkan kat lecturer ak Sir Mahyuddin. Jadi, persoalan aku ni da terjawab dengan amat jelas, and aku nak kongsi kan kat kowg.
   Berikut jawapan Sir aku tanpa ak potong2, tambah ada skit..tuk definition sahaja.

Sir Mahyuddin:

::actually saya pun baru maklum tentang perkahwinan gay arif dgn org putih tuh. mula2 saya ingatkan gambar tu superimpose jer, tp since dah keluar suratkhabar, JPN pun dah mula siasat samada perkara ni betul atau tak.

Kalau kita ikut definisi perkahwinan dalam mana2 undang2 samada shariah / civil di negara ni, semua mentakrifkan kahwin tu - perikatan sah antara lelaki dan wanita yg menghalalkan sexual intercourse. tapi tidak ada undang2 di msia ni yang menghalalkan kahwin songsang mcm ni (be it civil or syariah).

Hanya sesetengah negara barat saja yang iktiraf kahwin sama jenis ni. Mereka benarkan perkahwinan tersebut didaftar ikut law. 

Skrg kita cuba tengok dari segi civil law. Bila kita tgk Federal Constitution Art 3, mmg betul Islam tu agama persekutuan. Dan kalau kita refer pada section 377A penal code, saya quote, 

"Any person who has sexual connection with another person
by the introduction of the penis into the anus or mouth of the other person is said to commit carnal intercourse against the order of nature.

Explanation—Penetration is sufficient to constitute the sexual connection necessary to the offence described in this section.
Punishment for committing carnal intercourse against the order
of nature 

Section 377B. Whoever voluntarily commits carnal intercourse against the order of nature shall be punished with imprisonment for a term which may extend to twenty years, and shall also be liable to whipping. 

Maknanya dalam criminal law, sesiapa yang buat sex luar tabi'i mmg ada peruntukan undang2 untuk membolehkan pesalah didakwa. tapi of course, sebelum nk dakwa, mesti kena tangkap dulu kan? jadi, untuk perkara ni, kalau kita assume yang arif ni sudah buat sex luar tabi'i dgn mamat tu, mungkin boleh dakwa bawah section ini. tapi bukan some random people boleh saman sbb mungkin akan ada isu 'locus standi' dibangkitkan pula. 

Locus standi tu apa?
Australian jurist Leslie Stein defines it as:
"... the existence of a right of an individual or group of individuals ... to have a court enter upon an adjudication of an issue ... before that court by proceedings instigated by the individual or group."


Jadi dalam perkara ni, Peguam Negara Msia perlu memulakan saman bagi pihak masyarakat msia. dan of course, kalau ikut international law, kita perlu bawa Arif balik ke msia dulu, baru boleh prosecute. 

Berkenaan dengan jenayah yang dibuat di luar negara, penal code section 3 memperuntukkan, I quote:

"Any person liable by law to be tried for an offence committed
beyond the limits of Malaysia, shall be dealt with according to the
provisions of this Code for any act committed beyond Malaysia,
in the same manner as if such act had been committed within
Malaysia."

Tapi buat masa ini, rasanya masih belum ada peruntukan undang2 di malaysia untuk saman mana2 couple dgn alasan 'kahwin sama jenis'. 

Sudah tentu, perkahwinan dia itu tak sah disisi undang2 negara kita, be it civil or criminal. 

Kalau kita lihat section 40(2) Akta Undang undang keluarga islam wilayah persekutuan, i quote:

(2) Any person who marries, or purports to marry, or goes
through a form of marriage with, any person contrary to any of
the provisions of Part II commits an offence and shall be punished
with a fine not exceeding one thousand ringgit or with imprisonment not exceeding six months or both."

Lihat lagi dalam section 11 dan 12, akta yang sama:

Void marriages
11. A marriage shall be void unless all conditions necessary,
according to Hukum Syarak, for the validity thereof are satisfied.
Non-registrable marriages

12. (1) A marriage in contravention of this Act shall not be registrable under this Act.

Jadi, anyhow, mmg dari segi shariah law, arif telah melakukan kesalahan yang membolehkan beliau didakwa.

So should be no problem kalau kita nak dakwa. Cuma sblm dakwa, siasatan terperinci perlu dilakukan untuk mengelakkan kita membuat dakwaan yang tak berasas & later on (atas sebab2 tertentu), takut membuang masa mahkamah sahaja.

So, kowg boleh tau la kan whether it is appropriate or not for this stuff to be proceed.
Maaf post ini panjang sgt.Harap perkongsian berjaya.^^

December 01, 2011

Seketika Itu.

Seketika itu,
Di hati terdetik rasa keinginan,
Andaiku tahu bahaya penghinaan itu,
Demi Penguasa Hari Keagungan,
Aku seharusnya bertahan.


Seketika itu,
Diri mula berjinakan dengan arus bawaan Barat,
Mula mengangkat hinaan menjadi teman,
Kitab jua amalan ditinggalkan,
Cahaya keimanan hampir terpadam.

Seketika itu,
Hari ini cahaya itu telah malap sepenuhnya,
Perlakuan dusta dianggap biasa,
Bagaimana mampu Tuhan!
Hamba seakan mencabar kekuasaan Mu


Seketika itu,
Alasan demi alasan mula diberikan,
Pada diri bukan pada teman,
Dek keenakan dunia penuh tipu daya
Hanyut.

Seketika itu,
Nafsu melepasi batasan akal,
Tindakan tidak lagi berasas iman,
Maka persiapkanlah,
Dengan seksaan yang diringan-ringankan,
Menangguh ke jalan Tuhan,
Berbekal alasan Tuhan Pengampun kekhilafan.




November 28, 2011

Hati Hiba

Bila nafsu sudah kuasa,
Iman di dada dicampak hiba,
Lalu datang syaitan durjana,
Menghasut mendekat ke neraka

 Jangan jangan, katakan jangan,
Azab ALLAH tiada terbeban,
Hancurkan segala benteng kemungkinan,
Agar jiwa dapat diselamatkan.

Wahai hati janganlah mati,
Banyak juang sedang menanti,
Jika aku tidak kau kasihani,
Bimbangkanlah pengadilan tika akhirawi

Sehari-hari jiwa dibangun,
Tapi kau persiakan dengan mengelamun,
Ingat saat kita dihimpun,
Sesal tiada dosa dirumpun.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...