Semangat!

Showing posts with label hamba Rabb. Show all posts
Showing posts with label hamba Rabb. Show all posts

January 07, 2013

Kalau Kamu Islam.


KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU BUKA AURAT?
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” (An Nur,24:31)

KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU BEBAS SENTUH-MENYENTUH DENGAN BUKAN MAHRAMMU?
“…dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air atau kamu bersentuh dengan perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air (untuk mandi atau berwuduk), maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah (debu) yang suci, iaitu sapukanlah ke muka kamu dan kedua tangan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun” (An-Nisa’, 3:43)

Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya . (Riwayat At Tabrani dan Baihaqi)

KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU MENGUMPAT?
“…dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati?...”(Al-Hujurat,49:12)

"Mengumpat itu ialah apabila kamu menyebut perihal saudaramu dengan sesuatu perkara yang dibencinya" (Hadis Riwayat Muslim)

"Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yang diumpat" (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad)

"Wahai orang beriman dengan lidahnya tetapi belum beriman dengan hatinya! Janganlah kamu mengumpat kaum muslim, dan jangan lah kamu mengintip-intip keaibannya. Sesungguhnya, sesiapa yang mengintip keaiban saudaranya, maka Allah akan mengintip keaibannya,dan dia akan mendedahkannya, meskipun dia berada dalam rumahnya sendiri" (Hadis riwayat Abu Daud)

KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU TUDUH-MENUDUH ATAS KEBATILAN?
“Dan orang-orang yang mengganggu serta menyakiti orang-orang lelaki yang beriman dan orang-orang perempuan yang beriman dengan perkataan atau perbuatan yang tidak tepat dengan sesuatu kesalahan yang dilakukannya, maka sesungguhnya mereka telah memikul kesalahan menuduh secara dusta dan berbuat dosa yang amat nyata” (Al-Ahzab, 33:58)

KALAU KAMU ISLAM, DI MANA JIHADMU MENENTANG KEZALIMAN DAN KEBATILAN?
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya Dialah yang memilih kamu (untuk mengerjakan suruhan agamanya) dan Dia tidak menjadikan kamu menanggung sesuatu keberatan dan susah payah dalam perkara agama, agama bapa kamu Ibrahim. Dia menamakan kamu: Orang-orang Islam semenjak dahulu dan di dalam (Al-Quran) ini, supaya Rasulullah (Muhammad) menjadi saksi yang menerangkan kebenaran perbuatan kamu dan supaya kamu pula layak menjadi orang-orang yang memberi keterangan kepada umat manusia (tentang yang benar dan yang salah). Oleh itu, dirikanlah sembahyang dan berilah zakat, serta berpegang teguhlah kamu kepada Allah! Dialah Pelindung kamu. Maka (Allah yang demikian sifatNya) Dialah sahaja sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Pemberi pertolongan.” 
(Al-Hajj,22:78)

“Dan (kerana gemarkan pahala berjuang menegakkan Islam) orang-orang yang beriman berkata: Alangkah baiknya sekiranya diturunkan satu surah (dari Al-Quran, yang memerintahkan kami berjuang)? Maka apabila diturunkan satu surah (dari Al-Quran) yang tegas keterangannya dan tersebut padanya hukum-hukum yang mewajibkan perang Jihad (menentang pencerobohan musuh), sudah tentu engkau akan melihat orang-orang yang ada penyakit (kufur) dalam hatinya memandang kepadamu dengan terbeliak matanya kerana gerun takut menghadapi mati; dengan yang demikian, maka kebinasaanlah lebih hampir kepada mereka.” (Muhammad, 47:20)

KALAU KAMU ISLAM, MENGAPA KAU DAHULUI NAFSUMU SEBELUM TUHANMU?
“Nampakkah (wahai Muhammad) keburukan keadaan orang yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan yang dipuja lagi ditaati? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya jangan sesat?” (Al-Furqan,25:43)

ALLAHU RABBUNA! NASTAGHFIRULLAH!
“Dan wahai kaumku! Mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian kembalilah taat kepadaNya, supaya Dia menghantarkan kepada kamu hujan lebat serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu yang sedia ada dan janganlah kamu membelakangkan seruanku dengan terus melakukan dosa!” (Hud,11:52)

May 21, 2012

Taubat Satu Kewajipan


As-Syeikh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab Al-Fath ar-Rabbani Wa al-Faid ar-Rahman ada menyebutkan , bahawa taubat itu dimulai dengan hati kemudian dengan anggota lainnya. Taubat itu menggoncang serta merobohkan kuasanya hawa nafsu, syahwat, syaitan dan rakan-rakan yang jahat. Isi dari pengucapan ini adalah, dengan bertaubat, dengan kembali kepada jalannya Allah, maka segala musuh-musuh zahir dan batin bagi diri manusia bakal tunduk daripada menyesatkan.


﴿يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُواْ تُوبُواْ إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحاً﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan Taubat Nasuha”
(Tahrim 66:8)

Ibnu Kathir dalam kitab tafsirnya menterjemahkan taubat dalam ayat ini adalah taubat yang kukuh yang memadamkan dosa-dosa kejahatan yang sebelumnya dan memperbaiki kemaslahatan orang yang bertaubat, menggalakkan dan mendorong pelaku untuk menghentikan kejahatan yang telah dikerjakan.
Adapun taubat itu terbahagi kepada tiga kaedah:
1)       Kesedaran terhadap kesan daripada dosa yang dilakukan
2)       Penyesalan atas dosa yang dilakukan
3)       Keazaman (Al-‘azm al-akid ) untuk meninggalkan, mengelakkan dan menjauhi dosa yang dilakukan

Dalam menyempurnakan taubat seseorang itu, ia mesti disertakan dengan inabah. Inabah merupakan perlakuan kembali kepada Allah secara berterusan, tanpa menangguhkan urusan taubat  (al-Israr). Allah berfirman dalam surah al-Furqan ayat 70,

﴿إِلاَّ مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَـلِحاً فَأُوْلَـئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَـتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً﴾

“Kecuali orang yang bertaubat dan beriman serta mengerjakan amal yang baik, maka orang-orang itu, Allah akan menggantikan (pada tempat) kejahatan mereka dengan kebaikan dan adalah Allah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani”


Inabah terbahagi kepada dua kaedah:
1)      Meninggalkan dosa yang dilakukan
2)      Menggantikan dosa tersebut dengan amal soleh
           

Rasulullah bersabda bermaksud: "Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali."
(Hadis riwayat Muslim).

            Nabi insan yang maksum, juga terlepas dari perbuatan dosa juga bertaubat setiap waktu, maka bagaimana mungkin kita manusia biasa, yang tak pernah terlepas dari perbuatan dosa, boleh berbangga diri dari bertaubat kepada Yang Esa.

Wallahua’lam

May 20, 2012

Concept of Relying In The Religion of Peace


It si derived from one of the Attribution of Allah (Al-Wakil). Simply refers to the administration of each and every needs of His creations without causing any harm.
However, some of His action upon men is sometimes misunderstood by some people as an act which torture people’s feeling. As for an example, a married couples who had just having their first baby and suddenly, He takes the baby away from the family. Now this situation seems to be injustice to some people, but if we are ones who trust in Allah’s decision, we know that there are reasons behind all of His action.
The baby, if he survive, might one day cause harm to people, and might become someone who disbelieve in Allah, who disobey his parents, who might leads to unethical practices. When the parents consented that there is hidden meaning in Allah’s action and trust in Him all along, they will then be rewarded with blessing from Him.
Let us recall the incidents which happen to our beloved prophet, Saidina Rasulillah S.A.W.  In the early propagation of Islam, Saidina Rasulillah S.A.W was supported by two well-known figures, Saidatina Khadijah rdh. and Saidina Abi Talib rdh. However, in the time that he need them the most, Allah The Almighty taken away their lives, leaving the prophet  alone.
What was done by our prophet back then when these situations happen to him?
Instead, he becomes more determine on his goal. He willingly went to Thaif to propagate Islam which situated almost 100 kilometer from his hometown. This is the act of tawakkal.

Technically, it means to do all the things that Allah had summon mankind and being dependent only on Him without taking into consideration to be dependent on, other than Him.
One good example is the act of prophet Ibrahim A.S, when he was about to be thrown into a cloud of fire of Namrud.
When Ibrahim was in his teenagers, he was accused for destroying the Idols of his people. He was brought into accusation with tied hand in front of his people who were led by Namrud.

فَقَالَ إِنِّى سَقِيمٌ - فَتَوَلَّوْاْ عَنْهُ مُدْبِرِينَ - فَرَاغَ إِلَى ءَالِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلا تَأْكُلُونَ - مَا لَكُمْ لاَ تَنطِقُونَ - فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْباً بِالْيَمِينِ - فَأَقْبَلُواْ إِلَيْهِ يَزِفُّونَ - قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ - وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ - قَالُواْ ابْنُواْ لَهُ بُنْيَـناً فَأَلْقُوهُ فِى الْجَحِيمِ - فَأَرَادُواْ بِهِ كَيْداً فَجَعَلْنَـهُمُ الاٌّسْفَلِينَ
          (37:88-98)
(89. And he said: "Verily, I am sick.'') (90. So they turned away from him and departed.) (91. Then he turned to their gods and said: "Will you not eat'') (92."What is the matter with you that you speak not'') (93. Then he turned upon them, striking (them) with (his) right hand.) (94. Then they came hastily towards him.) (95. He said: "Worship you that which you (yourselves) carve'') (96."While Allah has created you and what you make!'') (97. They said: "Build for him a building and throw him into the blazing fire!'') (98. So, they plotted a plot against him, but We made them the lowest.)



Ibrahim, peace be upon him, said this to his people so that he could stay behind in the city when they went out for their festival. The time was approaching for them to go out to celebrate a festival of theirs, and he wanted to be alone with their gods so that he could break them, so he told them something that was true, for he was indeed sick of the implications of what they believed in.
When Ibrahim was put on the giant catapult, Jibril A.S came to him to give him help. Instead of accepting the offer, Ibrahim confessed “Let it be Allah who saves us, as He is the ultimate Defender.”
Hasbiyallah wa ni’mal wakil
Blessed with His guidance, the fire that was said to be perfectly light up does not even burn single hair of Ibrahim’s body.
قُلْنَا ينَارُ كُونِى بَرْداً وَسَلَـمَا عَلَى إِبْرَهِيمَ (21:69)
We said: "O fire! Be you cool and safety for Ibrahim!''


Ayah(s) on the summon towards the course of tawakkal.
1     To Saidina Rasulillah S.A.W

فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّكَ عَلَى الْحَقِّ الْمُبِينِ (3:79)
So, put your trust in Allah; surely, you are on manifest truth

وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلاً (33:3)
And put your trust in Allah, and sufficient is Allah as a Trustee


    To His Prophets and Messenger

وَمَا لَنَآ أَلاَّ نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا       (14:12)
"And why should we not put our trust in Allah while He indeed has guided us in our ways And we shall certainly bear with patience all the hurt you may cause us, and in Allah (alone) let those who trust, put their trust.''


3     To the Companions

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَـناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ (3:173)
Those to whom the people said, "Verily, the people have gathered against you, therefore, fear them.'' But it (only) increased them in faith, and they said: "Allah is Sufficient for us, and He is the Best Disposer of affairs.''

       To His Auliya’ (Chosen People)
رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (60:4)
"Our Lord! In You we put our trust, and to You we turn in repentance, and to You is the final Return.''



       Elaboration on the attitude of the Believers who trust in Allah

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَـتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَـناً وَعَلَى 
رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (8:2)
The believers are only those who, when Allah is mentioned, feel a fear in their hearts and when His Ayat are recited unto them, they increase their faith; and they put their trust in their Lord



ALLAH’S LOVE TOWARDS PEOPLE WHO TRUST IN HIM
It is clearly stated in one of the Ayah in the Quran which specifically refers to those Allah love and care for them.

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظّاً غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنْفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الاٌّمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
(3:159)
And by the mercy of Allah, you dealt with them gently. And had you been severe and harsh-hearted, they would have broken away from about you; so pardon them, and ask forgiveness for them; and consult them in the affairs. Then when you have taken a decision, put your trust in Allah, certainly, Allah loves those who put their trust (in Him)

Allah created mankind with senses and feeling which was also known as al-Hidayah al-Hawas. He let men to be able to success as well as to fail. He also judged that men can rule on something, but through all these fates, He only let it to ones who is able to stand it as mentioned in the following ayah,

لاَ يُكَلّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ
       (2:285)
Allah burdens not a person beyond his scope. He gets reward for that (good) which he has earned, and he is punished for that (evil) which he has earned.

The more Allah’s love towards His servant, the more tests He would give on him.


MISUNDERSTANDING ON THE CONCEPT OF TAWAKKAL
Nowadays, we can see that not all Muslims understand the concept of tawakkal. They believe that without hard work, they could achieve excellent. In brief, a student who wish to get flying colors in all the semesters should not just fooling around, sitting or playing without striving in his studies. He must work hard in order to attain success and after all of this preparation, he must pray to ALLAH SWT that he could achieve excellent result. He can only rely on ALLAH SWT after struggling in his study. He must believe that Allah is the one who gives rewards and all of his effort towards success based on the ayah,
وَلَوْ شِئْنَا لاّتَيْنَا كُلَّ نَفْسٍ هُدَاهَا وَلَـكِنْ حَقَّ الْقَوْلُ مِنْى لاّمْلأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ
(32:13)
And if We had willed, surely We would have given every person his guidance, but the Word from Me took effect, that I will fill Hell with Jinn and mankind together

It means that, those who want to be guided by Him, want to be rewarded by Him, he must struggle to achieve it. That is the true concept of Tawakkal. It is about relying on the power of ALLAH SWT to get the best result after we struggle and work for it. Without hard work and struggle, our fate could not be changed at all as ALLAH SWT mention in Quran al – Karim that HE will not change the fate of the man, until the man change his fate himself unless it is His wills that it happen. It was clearly stated that to get a good and excellent result we cannot just relying on ALLAH without struggle but we must struggle and strive towards excellence first before ALLAH help us to achieve it. Without struggling ALLAH cannot help us as we did not help ourselves.
           

If ALLAH SWT did not give a good result after we have striven and give our best, then we must believe that all that happen will have a good reason as ALLAH SWT mention,
                        “So, verily, with every difficulty, there is relief” [94: 5]
ALLAH SWT did not give us what we want, but HE give us what we need.

Prior to my understanding, I would like to stress that the act of tawakkal does not simply refer to the act of relying on Allah without applying any effort on the thing that we wish. The act of tawakkal is important that He gives specific command on different Ayahs in the Quran towards different category of mankind regarding tawakkal. We are relying on Allah on everything that we are doing such as breath, eat and sleep. It’s just that the concept of tawakkal is referring to the effort done before achieving any of the will with the help from Him.

وَمَا لَنَآ أَلاَّ نَتَوَكَّلَ عَلَى اللَّهِ وَقَدْ هَدَانَا سُبُلَنَا وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَى مَآ آذَيْتُمُونَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُتَوَكِّلُونَ
          (14:12)
"And why should we not put our trust in Allah while He indeed has guided us in our ways And we shall certainly bear with patience all the hurt you may cause us, and in Allah (alone) let those who trust, put their trust.''



Wallahu’alam

Al-Huda



Sering aku meminta-minta,
Untuk Kau datang membetul jiwa,
Sungguh sudah segala lara,
Tak jua meraih haruman syurga



Sering aku meminta-minta,
Sedang diri arah durjana,
Melaknat jasad tika di dunia,
Tika akhirat neraka membara


Allah, anta Rabbi
Maksiat manusia sentiasa ku caci,
Sedarku sedang memaki diri,
Apakah nasib manusia ini,
Menggadai akhirat, sedang itu yang abadi

Alahai, sedarlah wahai abdi!
Sungguh engkau tawanan Ilahi,
Walau jauh mana pun kau berlari,
Kepada Dia engkau kembali





Bekal akhirat bagaimana mampu,
Jika akal terdorong nafsu,
Hak dan batil kau jadikan satu
Neraka itu pasti kau temu.
Hina, Hina, Hinalah dirimu!!

December 01, 2011

Seketika Itu.

Seketika itu,
Di hati terdetik rasa keinginan,
Andaiku tahu bahaya penghinaan itu,
Demi Penguasa Hari Keagungan,
Aku seharusnya bertahan.


Seketika itu,
Diri mula berjinakan dengan arus bawaan Barat,
Mula mengangkat hinaan menjadi teman,
Kitab jua amalan ditinggalkan,
Cahaya keimanan hampir terpadam.

Seketika itu,
Hari ini cahaya itu telah malap sepenuhnya,
Perlakuan dusta dianggap biasa,
Bagaimana mampu Tuhan!
Hamba seakan mencabar kekuasaan Mu


Seketika itu,
Alasan demi alasan mula diberikan,
Pada diri bukan pada teman,
Dek keenakan dunia penuh tipu daya
Hanyut.

Seketika itu,
Nafsu melepasi batasan akal,
Tindakan tidak lagi berasas iman,
Maka persiapkanlah,
Dengan seksaan yang diringan-ringankan,
Menangguh ke jalan Tuhan,
Berbekal alasan Tuhan Pengampun kekhilafan.




November 28, 2011

Hati Hiba

Bila nafsu sudah kuasa,
Iman di dada dicampak hiba,
Lalu datang syaitan durjana,
Menghasut mendekat ke neraka

 Jangan jangan, katakan jangan,
Azab ALLAH tiada terbeban,
Hancurkan segala benteng kemungkinan,
Agar jiwa dapat diselamatkan.

Wahai hati janganlah mati,
Banyak juang sedang menanti,
Jika aku tidak kau kasihani,
Bimbangkanlah pengadilan tika akhirawi

Sehari-hari jiwa dibangun,
Tapi kau persiakan dengan mengelamun,
Ingat saat kita dihimpun,
Sesal tiada dosa dirumpun.



September 03, 2011

Maghfirallah a'la kulli muslim

Dia alpa,
Tuhan Maha Melihat,
Dia alpa,
Muhammad mengingatinya.
Betapa
Andai Muhammad,
Kau masih bernyawa sebagai manusia,
Sungguh, tidak lekang kegusaran dihatimu melihat dia,
 
Andai Muhammad,
Hari ini kau bertemu dia,
Alangkah aku tertanya bagaimana reaksimu,

Ya Muhammad Rasulullah,
Selamatkanlah dia dengan syafaatmu,
Pohonlah kepada Tuhanmu segunung keampunan baginya,

Maka Allah,
bergunakah lagi nyawanya Kau biarkan?
berterusan melakukan kemusnahan.

Manusia!
Sedarkah tubuh itu sekadar pinjaman?
Kehidupan itu satu pinjaman,
Kebahagiaan itu satu pinjaman,
Kesenangan itu satu pinjaman.

Sungguh!
Kau telah alpa,
Sekadar ucapan mengagung Tuhan
Sedang amalan berpandu syaitan.
Hipokrit terhadap pencipta!








June 17, 2011


FITRAH manusia itu lahir dengan kesucian jiwa, tatkala berlaku sesuatu kelahiran, kelaziman umat menyambut girang. Allahurabbi. 

 إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن

sesungguhnya sembahyangku ibadatku , hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam

tugasmu bakal bermula wahai anak kecil, kau hari ini terpilih menjadi khalifah di muka bumi, kau adalah da'ie, penyambung tugas para nabi. perteguh iman kau sebelum kau masuk kepada masyarakatmu untuk menyeru kepada kebaikan, kerana bila hari berganti hari, kiamat meghampiri, maka umat makin menjauhkan diri dari ad-din,..wallahua'lam

June 11, 2011

an NaFs Wa soLaH

ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR
ASYHADU ALLA ILAH ILLAHAILLAH
...


Seketika azan SUBUH berkumandang, 
lalu bangkitlah anak ADAM mempersiapkan diri mengadap Ilahi.
Seutas demi seutas benang ikatan laknatullah di urai,
lantas menyegarkan tubuh hamba yang dikejar kematian.
Nikmat IMAN mula meresapi diri justeru melahirkan rasa tawaddhuk di dalam hati.
Terkenang kembali peristiwa lalu yang mengancam keselamatan akhirawi,
betapa semalam dia alpa akan kekuasaan Tuhan, 
betapa semalam dia terleka dengan janji syaitan, 
betapa semalam dia kecundang,
  ALLAH MAHA PENGAMPUN.
Selesai berwuduk, lalu digagahkan kaki melangkah ke rumah Tuhannya
Bahawasanya dia ingat, Tuhan tidak memerlukannya, bahkan dia yang memerlukan Tuhan. 
Setiap langkah diiringi az-zikr memuji Allah, 
direnung seketika langit ciptaan Yang Esa.
Teringat ia akan firman Tuhannya, 'langit dan bumi itu dulu adalah satu'.
SUBHANALLAH, sungguh Kau Maha Bijaksana ya Tuhanku
Sejenak kemudian ia tersentak 
Firman Allah yang mana mengkhabarkan runtuhnya langit di hari kiamat
Ketaran pada tubuh membayangkan saat itu. 
RUANG UTAMA MASJID ,
dia mencari sesuatu,, sejurus kemudian ia melangkah ke satu sudut.
Tersusun rapi kitab Al -Quran.

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِين

ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيم

مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّين

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

ٱهْدِنَا ٱلصِّرَ ٰط ٱلْمُسْتَقِيمَ

صِرَ ٰطَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ 

ٱلْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ ٱلضَّاۤلِّينَ

Ampunkan aku ya ALLAH, aku milikmu dan sesungguhnya tiada Tuhan selainMu, 
kepada-Mu jua kelak aku dihadapkan. 
Saat muazzin beriqamah, bangkit dia untuk menunaikan kefardhuan, 
saf pertama menjadi tujuan mengenang ganjaran lebihnya keberkatan yang hadapan. 
Sebaik imam mengangkat takbir, 
tiada leka dia menyegerakan takbirnya agar seiringan dengan para malaikat. 
Sayu ia mengadap Tuhannya, 
malu akan segala perbuatan dosanya, 
risau entah diterima solatnya atau dilempar para malaikat kembali ke daerah kehinaan.
Segala perbuatannya dirasa sia-sia tanpa keredhaan Tuhan, 
Tanpa sedar, dia hanyut dalam kasihnya kepada Ilahi.
...
..ALLAHUAKBAR..



Bila mana dia bersujud kepada ILLAHnya
terbayang ia pengakhiran hayatnya
bercucuran permata jernih jatuh jauh dari sudut hatinya. 
Apakah ia terlepas seksaan lubang neraka?, 
apakah kelak ia dibangkitkan sempurna seperti manusia?, 
apakah amalannya diterima?

SELESAI MENGHADAP ILAHI

Berdoa ia ke kehadrat Tuhannya, moga sempurna imannya,
dikuatkan pegangan agamanya,
diteguhkan pegetahuannya....juga

moga pengakhiran jiwanya di dunia
dengan redha-Nya



February 26, 2011

Mengapa Yahudi bijak ???
Oleh: Dr. Stephen Carr Leon


Setelah berada 3 tahun di Israel kerana menjalani housemanship dibeberapa hospital disana, ada beberapa perkara yang menarik dapat saya perhatikan untuk dijadikan tesis ini, iaitu "Mengapa Yahudi Bijak?". Memang tidak dapat dinafikan ramai cendikiawan berbangsa Yahudi, dari segala bidang, Engineering, musik, saintis dan yang paling hebat ialah bidang perniagaan, dimana ia memang paling tersohor. Hampir 70% perniagaan di dunia dikuasai oleh kaum Yahudi, dari kosmetik, pakaian, pemakanan, senjata, perhotelan, perfileman diHollywood dan sebagainya.

Ketika tahun kedua, akhir bulan December 1980 dan sedang saya menghitung hari untuk pulang ke California saya terfikir apakah sebab nya kaum Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau olah manusia sendiri? Adakah bijak boleh dijana? Seperti kilang pengeluaran?

Maka saya pon tergerak membuat tesis untuk Phd saya, disamping kebaikan untuk umat sejagat dan dapat hidup secara harmoni. Untuk pengetahuan anda tesis yang saya lakukan ini mengambil masa hampir lapan tahun, ini kerana untuk mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Antara data-data yang saya kumpulkan ialah pemakanan, adat resam, ugama, persiapan awal untuk melahirkan zuriat dan sebagainya dan data data tadi saya cuba bandingkan dengan bangsa dan kaum kaum lain.

Marilah kita mulakan dengan persiapan awal melahirkan zuriat. Di Israel, setelah mengetahui yang sang ibu sedang mengandung, pertama kali saya perhatikan ialah, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano dan si ibu dan bapa akan membeli buku metamatik dan menyelesaikan masalah metamatik bersama suami, saya sungguh hairan kerana teman saya yang mengandung sering membawa buku metamatik dan bertanya kepada saya beberapa soalan yang beliau tak dapat menyelesaikanya, oleh kerana saya memang minat tentang metamatik, tentu saja dengan senang saya bantu beliau. Saya bertanya kepada beliau, adakah ini untuk anak kamu? Beliau menjawab, "ia, ini untuk anak saya yang masih didalam kandungan, saya sedang melatih otak beliau, semuga ia menjadi genius apabila dewasa kelak" Perkara ini membuat saya tertarik untuk mengikut perkembangan beliau seterusnya. Berbalik kepada metamatik tadi, tanpa merasa jenoh beliau membuat latihan metamatik sehingga beliau melahirkan anak.

Seperkara lagi yang saya perhatikan ialah pemakanan beliau, sejak awal mengandung beliau gemar sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu , dan untuk tengah hari makan utama beliau ialah roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang digaul dengan badam dan berbagai jenis kekacang, menurut beliau daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merosakkan pengembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. menurut beliau ini adalah adat orang orang yahudi ketika mengandung dan ianya menjadi semacam kewajipan untuk ibu ibu yang sedang mengandung mengambil pil minyak ikan.

Ketika saya diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi, perkara pertama yang saya perhatikan ialah menu mereka. Setiap undangan yg sama perhatikan ialah mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet) dan biasanya daging tidak akan ada bersama dimeja jika ada ikan, menurut mereka, campuran daging dan ikan tak elok dimakan bersama. Salad dan kacang adalah suatu kemestian, terutama badam.


Seperkara yang pelik ialah mereka akan memakan buah buahan dahulu sebelum memakan hidangan utama. Jangan terperanjat jika anda diundang kerumah Yahudi anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk dan lemah dan payah untuk memahami pelajaran disekolah.

Di Israel, merokok adalah taboo, apabila anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok, dan tanpa malu mereka akan menyuruh anda keluar dari rumah mereka dam merokok diluar rumah mereka. Menurut saintis di Universiti Israel , siasatan menunjukkan nikotin dapat merosakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada genes, ini bermakna keturunan perokok bakal membawa generasi yg cacat otak ( bodoh atau lembab). Suatu penemuan yg dahsyat ditemui oleh saintis yg mendalami bidang genes dan DNA. Para perokok harap ambil perhatian. (Ironi nya, pemilik pengeluar rokok terbesar adalah ...... tekalah sendiri..!)

Perhatian saya selanjutnya ialah melawati tadika mereka, Pemakanan anak anak tadi cukup dikawal, makanan awal ialah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever) Didalam pengamatan saya, kanak Yahudi sungguh bijak dan rata rata mereka memahami 3 bahasa iaitu Hebrew, Arab dan Inggeris dan sedari awal lagi mereka telah dilatih bermain piano dan violin, ini adalah suatu kewajipan. Menurut mereka bermain musik dan memahami nota notanya dapat meningkatkan lagi IQ kanak kanak dan sudah tentu bakal menjadikan budak itu bijak.

Ini menurut saintis Yahudi, gegaran musik dapat stimulate (semacam senaman untuk otak) maka itu terdapat ramai sekali genius musik terdiri dari kaum Yahudi.

Seterusnya ke darjah 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar metamatik berkonsepkan perniagaan dan pelajaran sains amatlah diberi keutamaan. Di dalam perhatian peribadi saya, perbandingan dengan anak anak di California , ianya jauh berbeza tentang IQ dan boleh saya katakan 6 tahun kebelakang!!!. Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi sukan juga menjadi kewajipan bagi mereka dan sukan yg diberi keutamaan ialah memanah, menembak dan berlari, menurut teman saya ini, memanah dan menembak dapat melatih otak mem fokus sesuatu perkara disamping mempermudahkan persiapan untuk perhidmatan negara.


Selanjutnya pemerhatian saya menuju ke sekolah tinggi (menengah) disini murid murid ditekan dengan pelajaran mata sains dan mereka digalakkan mencipta produk, segala projek mereka walaupon kadangkala kelihatannya lucu dan mengarut, tetap diteliti dengan serius apatah lagi ianya berupa senjata, perubatan dan engineering, idea itu akan dibawa ke institute tinggi di Politeknik dan Universiti.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakulti perniagaan. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka tentang perniagaan. Diakhir tahun diuniversiti, para penuntut dibidang niaga dikehendaki melakukan projek dan memperaktik kanya dan anda hanya akan lulus jika kumpulan anda(10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US1juta! Anda terperanjat? Itulah kenyataan, dengan rangkaian seluruh dunia dan ditaja sepenuhnya oleh syarikat milik Yahudi, maka tidak hairanlah mereka dapat menguasai ½ perniagaan didunia! Siapakah yg mencipta design Levis yg terkini? Ianya dicipta di Universiti Israel oleh fakulti bisnes dan fesyen.

Pernahkah anda melihat cara orang Yahudi melakukan ibadah mereka? Salah satu caranya ialah dengan menggoyangkan kepala mereka, menurut mereka ini dapat mengaktifkan otak mereka dan menambahkan oksijan dikepala, banyak ugama lain di Timur Tengah, seperti Islam juga ada menyuruh umatnya menunduk atau menggoyangkan kepala, ini guna dapat mensimulasikan otak kita supaya bertambah aktif. Lihat orang orang Jepun, mereka sering menunduk nundukkan kepala dan ianya sebagai adat. Ramai orang orang Jepun yg pandai? Adakah ianya sebagai kebetulan? Kegemaran mereka ialah sushi (ikan mentah). Adakah ini kebetulan? Fikirkanlah!

Berpusat di New York, Dewan perniagaan Yahudi bersedia membantu mereka yg berminat untuk melakukan bisnes (sudah tentu untuk Yahudi sahaja) jika mereka ada idea yg bernas, jawatan kuasa akan memberi pinjaman tanpa faedah dan pentadbir dari jawatan kuasa tadi akan bekerjasama dengan anda untuk memastikan yg perniagaan mereka menurut landasan yg betul. Maka itu lahirlah Starbuck, Dell comptr, Cocacola, DKNY, Oracle, Perfileman di Hollywood, Levis, Dunkin Donut dan ada beratus kedai ternama dibawah naungan dewan perniagaan Yahudi di New York. Graduan Yahudi dari fakulti perubatan New York akan disarankan untuk mendaftar dipersatuan ini dan digalakkan memulakan klinik mereka sendiri dengan bantuan wang tanpa faedah, barulah saya tahu mengapa hospital di New York dan California sentiasa kekurangan doktor pakar.

Kesimpulanya, pada teori saya, melahirkan anak dan keturunan yg bijak boleh dilaksanakan dan tentunya bukan semalaman, ianya memerlukan masa, beberapa jenerasi mungkin? Persiapan awal adalah ketika sang ibu mengandung, galakkanlah siibu melakukan latihan metamatik yg mudah tetapi konsisten disamping mendengar musik klasik. Seterusnya ubahlah cara pemakanan, makanlah makanan yg elok dan berhasiat yg baik untuk otak, menghayati musik sejak kecil adalah baik sekali untuk penumbuhan otak kanak kanak, dengan bermain piano dan violin sudah tentu dapat melatih anak anak mencerdaskan otak mereka demikian juga sukan yg memerlukan konsetrasi yg tinggi, seperti memanah, bola keranjang, dart dan menembak.

Merokok menjanjikan jenerasi yg moron (goblok) dan sudah tentu genes bodoh akan mengikut ke jenerasi siperokok. Lawatan saya ke Singapore pada tahun 2005 amat memeranjatkan sekali, disini perokok seperti dianak tirikan dan begitu susah sekali untuk perokok dan anda tahu berapa harga sekotak rokok? US$ 7 !!! ini bersamaan perbelanjaan sehari untuk makan anda!! Saya puji sekali sikap pemerintah Singapore dan menkjubkan sekali!!! dan seperti Israel ianya begitu taboo dan cara pentadbiran dan segi pembelajaran mereka hampir serupa dengan Israel , maka itu saya lihat banyak institusi pelajaran mereka bertaraf dunia walaupon hakikat nya negeri Singapore hanyalah sebuah pulau sebesar Manhattan !!

Anda mungkin muskil, benarkah merokok dapat melahirkan jenerasi goblok, saya telah menemui beberapa bukti menyokong teori ini. Lihat saja Indonesia, jika anda ke Jakarta, dimana saja anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga kemusium hidung anda akan segera terbau asak rokok! Dan harga rokok? Cuma US$ .70cts !!! dan hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak kah universiti terdapat disana? Hasil apakah yg dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggeris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di pertandingan metamatik sedunia? Adakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri.

Di tesis saya ini, saya tidak akan menimbulkan soal ugama atau bangsa, adakah Yahudi itu zalim sehingga diusir dari semenjak zaman Paraoh hingga ke Hitler, bagi saya itu isu politik dan survival, yg ingin saya ketengahkan ialah, mampu kah kita dapat melahirkan jenerasi yg bijak seperti Yahudi? Jawabanya ialah mungkin dan tidak mustahil dan ianya memerlukan perubahan, dari segi pemakanan dan cara mendididik anak dan saya kira hanya memerlukan 3 jenerasi sahaja. Ini dapat saya lihat sendiri tentang cucu saya, ini setelah saya mengajar anak saya melalui program yg telah saya nyatakan diatas tadi, pada umur 9 tahun (cucu saya) dia dapat menulis esay sepanjang 5 mukasurat penuh. Esay nya hanyalah mengenai Mengapa saya gemarkan tomato!

Selamat sejahtera dan semuga kita dapat melahirkan manusia yg bijak dan bersifat mulia untuk kebaikan manusia sejagat tanpa mengenal batasan bangsa.
....

hehe...mende nie ak copy paste dari blog ustaz Umar...hehe...rase cam best je tuk kongsi...
yela..kite an lom kawen...jd tak telambat ag...haha
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...