Semangat!

May 15, 2015

Aku pasti ada sesuatu yg terjadi,
Hati makin keras, perilaku makin kasar, amal makin kurang, maksiat makin byk.

Aku pasti apa malahan siapa ada pada tiap butir permasalahan yg menimbul.

Aku mahu dilihat mendekati tetapi yg benar aku menjauhi,
Tiap patah kata, lirikan mata, tingkah buat  sepanjang masa, itu, bualan akal semuanya.
Terasa mahu sekali meledakkan amarah pada dia yang punya bangsat pd inginnya.
Tapi aku dibatasi iman jua yakin pada qadirnya Tuhan.

Sayang sekali siapa terlihat punya percaya namun retorik cuma.
Sayang bagi siapa mengulang kata sama kelmarin dulu selama.
Sayang sekali sekalian nikmat Tuhan dibazir buat dosa dipembaringan seharian.
Sayang terlalu byk baja cinta ditabur merata, lalu jadi ia mabuk keliru tujuan siapa bagaimana.
Sayang siapa yg buta pada tiap tanda drpd Dia.

June 05, 2014

Sufi

Manusia.
Berlalu saat hidupnya antara dua
Adakah manfaat , adakah celaka.

Ada pula ia bermuka dua
Lain dihadapan lain pula tika ia ditinggalkan.

Ada pula ia menghakimi
Seakan mengetahui setiap tersurat tersirat.

Ada pula ia melepaskan diri sendiri
Meninggalkan yang dirasakan merosakkan.

Ada pula ia inginkan iman
Ternafi jua atas sedia jiwanya.

Ada pula ia berusaha
Terkandas lagi dan lagi.

Ada pula ia cinta akan Rabbi
Bercampur pula itu dengan kesyirikan dunia.

Hai manusia
Maka kemana ia di kemudian waktu berbaki
Pasti ia berharap simpati seorang murabbi
Membimbing akan ia kpd mardhoti.

May 27, 2013

Law is Dunyawi? I don’t think so.



Assalamualaikum. A lot of people get the wrong idea on the concept of ukhrawi and dunyawi. People, first of all, do you really have interest in knowing things like ukhrawi and dunyawi? Now everything will have its own share in both issues, like it or not. If you’re saying that things that results in a high amount of money, then we would probably saying that, being a doc is dunyawi. The same goes to being a prime minister, a businessman, an architect, an engineer so and so. You have to broaden your mind into a wider scale of intelligence. Now, if you intend to do things meant for your life HERE on earth, solely, that is dunyawi, but if you wish to do the same thing but in a way, you are viewing the stuff on both sides such as, when you gain the profit, you’ll spend it on your needs and then here comes the donation to the needy people. Bear in mind that the money you spend on your own self is also considered as ukhrawi, so long as you are not transgressing your own rights upon your belongings.

                Come back to discussing the issue whether or not law is dunyawi, it would all depends on how you perceive the law itself. Gentlemen, as I said before, that everything has its dunyawi and ukhrawi portion. It is you who resolute it in the first place, not the people. People will just observe and they would judge based on what they see. What you feel is important as you are the one who will be going through all those experienced being a law practitioner. So, here are some stories on law-ing that I managed to collect during my study as a law student. Now, being a law student, people will always have this mind setting which suggest that a law student is a social-ian. Well, partially true, in a way that they are socializing healthily with the society in completing their assignments etc. Somehow, you can’t deny that there are groups of law students mixing around freely without minding the gap between male and female.  You have to be careful and open when dealing with them, not to forget, law students always have some “backup” ideas. This ‘some’ groups of students also present in all courses, so you can’t say law is social in a ad way. HAHA!

                Everything is actually comes back to you, how you react to such things that matters. Ok, long saying isn’t worth if you don’t understand me right. Well, good luck. :)




January 07, 2013

Kalau Kamu Islam.


KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU BUKA AURAT?
“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka atau saudara-saudara mereka atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” (An Nur,24:31)

KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU BEBAS SENTUH-MENYENTUH DENGAN BUKAN MAHRAMMU?
“…dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau salah seorang di antara kamu datang dari tempat buang air atau kamu bersentuh dengan perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air (untuk mandi atau berwuduk), maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah (debu) yang suci, iaitu sapukanlah ke muka kamu dan kedua tangan kamu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf, lagi Maha Pengampun” (An-Nisa’, 3:43)

Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya . (Riwayat At Tabrani dan Baihaqi)

KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU MENGUMPAT?
“…dan janganlah kamu mengintip atau mencari-cari kesalahan dan keaiban orang dan janganlah setengah kamu mengumpat setengahnya yang lain. Adakah seseorang dari kamu suka memakan daging saudaranya yang telah mati?...”(Al-Hujurat,49:12)

"Mengumpat itu ialah apabila kamu menyebut perihal saudaramu dengan sesuatu perkara yang dibencinya" (Hadis Riwayat Muslim)

"Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yang diumpat" (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad)

"Wahai orang beriman dengan lidahnya tetapi belum beriman dengan hatinya! Janganlah kamu mengumpat kaum muslim, dan jangan lah kamu mengintip-intip keaibannya. Sesungguhnya, sesiapa yang mengintip keaiban saudaranya, maka Allah akan mengintip keaibannya,dan dia akan mendedahkannya, meskipun dia berada dalam rumahnya sendiri" (Hadis riwayat Abu Daud)

KALAU KAMU ISLAM, KENAPA KAMU TUDUH-MENUDUH ATAS KEBATILAN?
“Dan orang-orang yang mengganggu serta menyakiti orang-orang lelaki yang beriman dan orang-orang perempuan yang beriman dengan perkataan atau perbuatan yang tidak tepat dengan sesuatu kesalahan yang dilakukannya, maka sesungguhnya mereka telah memikul kesalahan menuduh secara dusta dan berbuat dosa yang amat nyata” (Al-Ahzab, 33:58)

KALAU KAMU ISLAM, DI MANA JIHADMU MENENTANG KEZALIMAN DAN KEBATILAN?
“Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya Dialah yang memilih kamu (untuk mengerjakan suruhan agamanya) dan Dia tidak menjadikan kamu menanggung sesuatu keberatan dan susah payah dalam perkara agama, agama bapa kamu Ibrahim. Dia menamakan kamu: Orang-orang Islam semenjak dahulu dan di dalam (Al-Quran) ini, supaya Rasulullah (Muhammad) menjadi saksi yang menerangkan kebenaran perbuatan kamu dan supaya kamu pula layak menjadi orang-orang yang memberi keterangan kepada umat manusia (tentang yang benar dan yang salah). Oleh itu, dirikanlah sembahyang dan berilah zakat, serta berpegang teguhlah kamu kepada Allah! Dialah Pelindung kamu. Maka (Allah yang demikian sifatNya) Dialah sahaja sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Pemberi pertolongan.” 
(Al-Hajj,22:78)

“Dan (kerana gemarkan pahala berjuang menegakkan Islam) orang-orang yang beriman berkata: Alangkah baiknya sekiranya diturunkan satu surah (dari Al-Quran, yang memerintahkan kami berjuang)? Maka apabila diturunkan satu surah (dari Al-Quran) yang tegas keterangannya dan tersebut padanya hukum-hukum yang mewajibkan perang Jihad (menentang pencerobohan musuh), sudah tentu engkau akan melihat orang-orang yang ada penyakit (kufur) dalam hatinya memandang kepadamu dengan terbeliak matanya kerana gerun takut menghadapi mati; dengan yang demikian, maka kebinasaanlah lebih hampir kepada mereka.” (Muhammad, 47:20)

KALAU KAMU ISLAM, MENGAPA KAU DAHULUI NAFSUMU SEBELUM TUHANMU?
“Nampakkah (wahai Muhammad) keburukan keadaan orang yang menjadikan hawa nafsunya: Tuhan yang dipuja lagi ditaati? Maka dapatkah engkau menjadi pengawas yang menjaganya jangan sesat?” (Al-Furqan,25:43)

ALLAHU RABBUNA! NASTAGHFIRULLAH!
“Dan wahai kaumku! Mintalah ampun kepada Tuhan kamu, kemudian kembalilah taat kepadaNya, supaya Dia menghantarkan kepada kamu hujan lebat serta menambahkan kamu kekuatan di samping kekuatan kamu yang sedia ada dan janganlah kamu membelakangkan seruanku dengan terus melakukan dosa!” (Hud,11:52)

September 13, 2012

Key To Happiness 1.0


Assalamualaikum. Brothers and sisters,
Kebahagiaan bermula dengan penerimaan. Penerimaan itu bermula dengan diri sendiri. Secara simboliknya, untuk bahagia, kita kena terima siapa kita, bagaimana kita, kenapa kita, dan segala mcm ‘ke”aku”an’ yang mana kekadang, kita terlepas pandang. Kita sibuk fikir mcmmana cara nak bahagia, walhal dalam waktu sama, kita yang tolak untuk bahagia.

Sifat cuba selindung diri, sebagai contoh, rasa malu dengan SEKELILING ,bila keputusan exam yg keluar, bukan apa yang kita harapkan. Rasa malu itu perlu, memang perlu, wajib perlu. Rephrase the statement. Rasa MALU dengan DIRI SENDIRI.
Majoriti menganggap sesuatu kelemahan itu bukan untuk dikongsi, malah wajar untuk disorok dalam-dalam ,sampai satu ketika, kelemahan itu mendatangkan kelemahan yg lebih berat. Maka masa tersebut tanya hati, awak sanggup sorok lagi? As the saying goes, ‘Kebenaran itu terkadang amat pahit untuk diluahkan’.  Percayalah, bila kita luahkan satu kebenaran yang pahit, maka pasti, yg pahit itu akan ada yg memaniskan, be it an event, a friend, or even a hope.

Bila kita berani untuk point out, what we’re lacking of, bukan bermakna kita buka aib, well aib bukan something yang perlu diberitahu. Kan? ‘AIB’ dan ‘MALU’ are two different things. Bila kita kategorikan sesuatu itu mengaibkan, maka ia menghinakan. Tell me. Adakah dengan beritahu kelemahan anda bermaksud anda menghina diri anda? So long as you keep something in your heart and that thing is what you should not be ashamed of,sorry , no ‘bahagia’ for you.
Rasa MALU dengan DIRI SENDIRI. This is what necessarily needed. Bila kita rasa malu dengan diri sendiri, kita akan terdorong untuk perbaiki diri. 
(to be continued)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...